Thursday, December 15, 2016

Cerita Tentang si Kancil dan Siput


Pada zaman dahulu di sebuah hutan yang lebat tinggal seekor hewan bernama Kancil, pada saat itu cuaca sangat cerah dan bertiuplah angin sepoi-sepoi yang membuat si Kancil menjadi sangat mengantuk.

Akhirnya si Kancil mempunyai ide untuk berjalan-jalan di hutan agar harinya tidak sia-sia dan agar si Kancil tidak merasa ngantuk lagi.

Pada saat itu Kancil mulai berjalan-jalan dengan membusungkan dada menyusuri hutan dan akhirnya dia sampai di sebuah bukit, lalu berteriaklah sang Kancil "wahai penghuni hutan, aku adalah hewan yang paling cerdas, cerdik, dan pintar.

Tidak ada hewan yang bisa menandingi kecerdasanku, kecerdikanku dan kepintaranku".

Setelah berteriak diatas bukit si Kancil melanjutkan perjalannya lagi turun bukit dan pada akhirnya si Kancil menjumpai sebuah sungai, akhirnya si Kancil menyusuri sungai tersebut dan pada saat itu si Kancil menjumpai se ekor siput dan terjadi percakapan diantara Kancil dan Siput, si Siput pun menyapa si Kancil :

Siput  : "Hai Kancil.....?".

(Kancil menjawab dengan sombong dan memalingkan wajahnya)

Kancil : "Hai juga Siput..."

Siput  : "Apakah kamu sedang bergembira si Kancil?, tadi aku mendengar kamu berteriak-teriak di atas bukit".

(Kancil menjawab dengan nada yang sombong)

Kancil : "Tidak juga, aku hanya memberitahukan saja kepada semua penghuni hutan ini kalau aku adalah hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar serta tidak ada yang bisa menandingi aku".

(Siput melanjutkan pembicaraannya dengan rasa tersinggung)

Siput : "Sombong sekali kamu kancil...., akulah hewan yang paling cerdik di hutan ini"

(si Kancil menjawab)

Kancil : "Ah... mana mungkin kau Siput..., tubuhmu saja kecil, jalanmu pelan, mana mungkin kamu bisa secerdas aku dan setangkas aku.."

Si Siput marah dan tidak terima dengan si Kancil dan akhirnya si Siput menantang lomba lari kepada si Kancil untuk membuktikan bahwa si Siput adalah hewan yang paling cerdas dan pintar. dan bicaralah si Siput :

Siput : "Baiklah Kancil.... bagaimana kalau besok pagi aku tantang kamu untuk berlomba lari"

Dengan wajah tersenyum menyepelehkan Kancil berkata :

Kancil : "Hah... Baiklah... aku terima tantanganmu Siput, besok pagi aku akan datang dan berlomba lari denganmu"

Akhirnya terjadilah kesepakatan antara si Kancil dan si Siput untuk berlomba lari. Saat itu, hari mulai sore dan akhirnya si Kancil pergi meninggalkan Siput, dan pada saat itu pula Siput lalu mempersiapkan strategi dan meminta tolong kepada teman-temannya untuk memenangkan pertandingan besok pagi melawan si Kancil.

Siput meminta agar temannya bersembunyi berjajar di sepanjang jalur lomba lari. Dan tidak lupa si Siput memberitahukan kepada teman-temannya agar dia muncul di depan Kancil ketika Kancil berteriak.

Hari mulai petang, Siput dan teman-temannya berjalan berbaris menuju lokasi yang telah di tentukan dan bersembunyi berjajar sepanjang lintasan lomba lari, dan pada waktu yang bersamaan pula si Kancil mempersiapkan diri untuk mencari tempat tidur dan berlindung, dan malam pun dilalui

Pagi yang cerah... matahari pun terlihat sinarnya begitu indah, suara burung berkicau dan hewan-hewan lain mulai bergemuruh, terbangunlah si Kancil dengan perlahan-lahan membuka matanya dan segera bergegas menuju tempat si Siput. Setelah sampai di tempat Siput, si Kancil langsung memanggil dengan suara yang keras.

Kancil : "Hai Siput, Apakah kau sudah siap berlomba lari denganku?"

(Siput menjawab dengan suara lantang)

Siput  : "Tentu saja aku sudah siap Kancil... dan aku pasti akan menang..."

Selanjutnya Siput mempersilahkan Kancil untuk berlari lebih dulu dan berlarilah Kancil dengan sangat kencang dan Kancil beranggapan Siput tidak akan bisa mengejar si Kancil.

Setelah beberapa saat kemudian si Kancil berteriak kepada Siput : "Kamu sudah sampai mana Siput?", Siput langsung berteriak menjawab "Aku ada di depanmu, ayo apakah kamu tidak bisa berlari lebih cepat Kancil?".

Kemudian Kancil berlari lebih kencang dan menyalip si Siput, dan pada saat kemudian setelah Kancil telah merasa ada di depan, Kancil kembali berteriak pada Siput : "Kamu Sekarang sudah sampai di mana Siput?" kembali berteriak si Siput "Aku ada di depanmu Kancil.."

Dengan terheran melihat bahwa si Siput ada di depan, maka Kancil langsung berlari dan menambah kecepatannya lagi, dan pada beberapa saat kemudian si Kancil berteriak lagi "Kamu sudah sampai mana Siput?" Ternyata si Siput tidak menjawab pertanyaan Kancil, akhirnya Kancil pun berfikir bahwa dirinya adalah pemenangnya.

Setelah beberapa saat kemudian Kancil sudah mulai lemas dan kehabisan tenaga karena berlari dengan sangat kencang dan pada saat itu pula si Kancil hampir sampai garis finish wajah Kancil pun sangat gembira sekali  karena di perjalanan terakhir Kancil tidak mendengar suara jawaban dari si Siput, Kancil merasa bahwa dirinya adalah pemenang dari perlombaan itu.

Tinggal beberapa langkah lagi Kancil sudah sampai garis finish, dan sebelum sampai garis finish Kancil terkejut karena di garis finish ada si Siput sudah duduk di atas batu, dan berteriaklah Siput kepada Kancil : "Hai Kancil... kenapa kamu lama sekali? aku sudah ada disini sejak tadi"

Akhirnya si Kancil berjalan dengan menundukkan kepala menuju Siput untuk mengakui kekalahannya,

dan Siput Berkata: "Makanya jangan sombong kamu Kancil, kamu memang hewan yang cerdik dan pintar, tapi belum tentu kamu adalah yang paling cerdik dan pintar",

Kancil menjawab : "iya kamu benar Siput, aku minta maaf dan aku tidak akan sombong lagi".

dalam cerita ini mengandung sebuah inti pesan bahwa jadi seseorang itu tidak boleh sombong dan tidak boleh merasa pintar, karena masih ada langit di atas langit, masih banyak orang-orang yang lebih pintar dan cerdik dari yang merasa pintar dan cerdik.

{Tamat}


Baca Juga:

Demikian Cerita dari Saya, Kalau Ada Kata-Kata yang Salah Mohon di Maafkan. Sekian Terima Kasih dan Sampai Jumpa.

Salam BacaKarya

Tags:
#Dongeng Kancil dan Siput #Si Kancil dan Siput #Cerita Kancil dan Siput #Dongeng si Kancil dan Siput #Fabel Kancil dan Siput Lomba Lari #Kancil dan Siput Balapan Lari #Kancil Tantang si Siput #Cerita Fabel si Kancil dan Siput #Cerita Kancil dan Siput Lomba Lari
Thursday, December 8, 2016

Cerita Tentang si Kancil dan Buaya


Pada suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar dan melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap karena pohon-pohon sangat lebat.

Si Kancil ingin berjemur di bawah terik matahari. Di sana ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa ada yang berbunyi di perutnya.kruuuk…kruuuuuk…kruuuuuk. 

Wah, rupanya Si Kancil sudah lapar. Si Kancil membayangkan betapa nikmatnya kalau ada makanan kesukaannya yaitu ketimun.

Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Si Kancil berfikir sejenak. 

Tiba-tiba Si Kancil melompat kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluaaaaar….. Aku punya makanan untukmu…!!” seperti itulah si Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sungai yang dalam itu.

Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar tidaaaak?”

Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, “Bruaaar… siapa yang teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.

“Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.” Kata buaya kedua yang muncul bersamaan.

“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana buaya yang lain?” kata si Kancil kemudian. 

“Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak nanti makanannya ini. Ayo keluar semuaaa…!” si Kancil berteriak lagi.

“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.

“Begini buaya, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya kalian harus keluar semua untuk menghabiskan daging-daging segar ini.

Mendengar bahwa mereka akan dibagikan daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk keluar semua. 

“Hei, teman-teman semua, ada makanan gratis nih! Ayo kita keluaaaar….!” pemimpin dari buaya itu berteriak memberikan komando. Tak berapa lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.

“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya segera baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,” “Nanti aku akan menghitung satu persatu.”

Lalu tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.

“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata si Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, 

“Satuuu….. duaaaa….. tigaaaa…..” 

begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya yang satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya si Kancil sampai di seberang sungai. Dan di dalam Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”

Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, “Hai buaya-buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. 

Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberangi sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. 

Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,” kata si Kancil.

“Haaaa!….huaaaaaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Awas kau kancil ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,” kata buaya-buaya itu geram.

Si Kancil segera berlari menghilang di balik pepohonan dan menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun makanan kesukaannya.

                            {Tamat}


Demikian Cerita Fabel dari saya,jika ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan,sekian Terima Kasih,dan sampai ketemu lagi

Salam BacaKarya

Tags:
#Dongeng Sebelum Tidur si Kancil dan Buaya #Dongeng si Kancil dan Buaya #Si Kancil dan Buaya #Cerita Fabel Dongeng si Kancil dan Buaya Terbaru #Kisah si Kancil dan Buaya #Ringkasan Kisah si Kancil dan Buaya #Dongeng Si Kancil dan Buaya Singkat #Kancil dan Buaya #Buaya Yang Bodoh #si Kancil Yang Cerdik

Wednesday, December 7, 2016

Kumpulan Tentang Pantun Cinta Paling Romantis


Halo Guys,Saya disini akan membagikan pantun-pantun tentang cinta paling romantis.Sesuai dengan namanya,pantun jenis ini sengaja dibuat untuk menyatakan cinta pada seseorang.

Kalimat-kalimat cinta yang sudah lazim kita dengar diberi warna baru berupa rima dan irama sehingga mampu membuang jauh kesan jenuh di dalamnya.

Irama yang bagus dan enak yang memang menjadi ciri khas dari sebuah pantun, dikombinasikan dengan kata-kata cinta yang saling terkait satu sama lain menjadi kekuatan tersendiri dari pantun cinta ini. 

Maka dari itu saya membagikan pantun-pantun tentang yang sangat romantis.Apa aja pantun-pantunnya? Langsung saja di simak!

Kumpulan Tentang Pantun Cinta Paling Romantis


Minum jamu sambil berdiri
Diseduh cepat duduk di bangku
Bila hatimu masih sendiri
Berilah tempat untuk diriku

Ambil nampan dalam lemari
Kelapa muda bikinin jamu
Cowok tampan yang kamu cari
Sudah ada di hadapan kamu

Naik ke atap pakai bikini
Bikini bekas pakein pita
Coba tatap mataku ini
Kan kau dapat seberkas cinta

Pasa Banjar ada di kota
Pergi belanja bawa uang saku
Bila kamu dikejar cinta
Sembunyi saja di dalam hatiku

Ambil kembang taro di depan
Kembang berpita dibungkus koran
Mumpung abang masih tampan
Mau engga kita pacaran?

Radio Dalam Pasar Slipi
Rawa Buaya Pasar Cipaku
Tadi malam aku bermimpi
Luna Maya jadi jodohku

Di sana gunung di sini gunung
Tengah-tengahnya pohon jati
Betapa hati sedang bingung
Menunggu jawaban si jantung hati

Minum cuka sama madu
Ikan sabu tanpa bumbu
Sebelum suka sama aku
Tanyakan dulu sama mamaku

Bunga disiram takkan layu
Slalu berbunga tanpa jemu
Jangan takut kehilanganku
aku takkan pergi dari sisimu

Pagi hari makan nasi
Lebih enak dengan ayam
Kalo tak jumpa doi
Hati ini tidak tentram

Jangan pernah ke selokan, 
nanti kotor ditertawakan, 
jangan pernah ragukan, 
janji setia yg ku ikrarkan.

Ke kota ngajar sihir,
meski belum mahir,
cinta ini takan berakhir,
meski hidup telah berakhir.

Kamar kos-kosan bentuknya persegi, 
disewa tukang roti, 
takan bosan kuucapkan slamat pagi, 
untukmu sang pemilik hati .

Single bukanlah takdir;
tapi tangga menuju kedewasaan.
bukalah cinta dari semua tabir;
biar hidupmu dalam lingkup kebahagiaan.

Manchester City dua; 
Arsenal kosong. 
terlepas dari tipu-daya cintanya; 
kini hatiku terasa plong.

Beli majalah bobo di pasar cikini.
Ya udah kamu bobo,
aku jagain dari sini.

Kemacetan jalan Jakarta; 
bukan karena si Komo lewat. 
sejak kita menjalin cinta; 
ngelakuin apapun aku jadi makin semangat.

Itu bukan salahmu;
tapi salah yang membantu.
takdir cintaku adalah kamu;
yang akan selalu melekat pada diriku.

Tepi kolem nanam jamur
biji tomat numbuh pepaya
Tiap malem susah tidur
masih teringat indah matanya .

Buka pintu ada benalu..
ada kismis di atas batu
hey kamu putri malu,
cuma ingin bilang ai miiiiss yuu..

Daripada ngebikin sambal, 
mendingan ngebikin kue getuk. 
Daripada aku terus ngegombal, 
mendingan kita jadian aja yuk.

Baca buku di perpustakaan
Duduk sendiri menikmati bacaan
Senyummu itu sungguh menawan
Terbayang-bayang tak terlupakan

Malam Senin ada tamu
Masuk rumah pake sepatu
Kalo adek mau jadi Pacarku
Alhamdulillah yah sesuatu

Anak-anak membawa tas
Membawa tas pergi sekolah
Sayang selamat beraktifitas
Serta semoga bisa rezeki barokah

Berlibur ke pulau seribu
Menyusuri jalan penuh liku
Aku sungguh rindu padamu
Duhai engkau kekasih hatiku

Bekantan makan buah mangga
Panda makan daun bambu
Eneng cantik mana bapaknya
Abang ingin segera meminangmu

Jalan-jalan keliling dunia
Cuma untuk beli akuarium
Yang amat membuatku bahagia
Waktu melihatmu tersenyum

Burung gelatik burung kenari
Engkau cantik menawan hati
Burung gagak terbang tinggi
Meski bapaknya galak anaknya tetap dihati

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Akan kubawa cinta kita ke penghulu
Tuk bersanding di pelaminan

Kemanapun kaki melangkah
Aku selalu mengurai doa
Kemanapun cinta merambah
Aku selalu mengurai setia

Jalan-jalan ke pasar Minggu
Beli mangga dapatnya duku
Malu-malu kukatakan padamu
Sungguh aku cinta padamu

Dikarenakan anda tetap jujur
Bikin hatiku jadi tambah sayang
Sayang sehabis sholat dhuhur
Kuucapkan mat makan siang


Kalau mau menanam tebu
Tanamlah di dekat pohon jambu
Kalau kau cinta padaku
Bilang saja I LOVE U

Satu ditambah satu dua
Dua ditambah dua tiga
Aku dan kamu hidup bersama
Sekarang esok dan slamanya

Bunga melati ada dua
Harum baunya cantik rupanya
Susah senang tetap berdua
Itulah dia cinta namanya

Beli parfum ke paris
Maafin aku bila aku egois
Mati lampu nyalain lilin
Maafin aku bila nyebelin

Mentari tidak pernah keluar
Dikarenakan lagi tengah gerimis
Dikarenakan watakmu amat sabar
Bikin cintaku untukmu tidak dapat habis

Meskipun cuma buah jambu
Tetapi ini dapat diramu
Walaupun jarang ketemu
Cintaku cuma untukmu

Jalan-jalan ke samarinda
Tidak lupa bawa bambu
Makin lama makin bahagia
Lihat kamu berkerudung ungu

Makan roti minumnya susu
Susunya di campur madu
Walaupun tadi kita udah ketemu
Tapi hatiku masih terasa rindu

Aku sedang minum jamu
Minum di bawah pohon jambu
Aku tak mau kehilangan kamu
Karna ku sangat mencintaimu

Meski hanya buah Duku
Tapi ini bisa diramu
Meskipun jarang bertemu
Cintaku hanya untukmu

Pulang belanja dari pasar baru
Tidak lupa beli kacang
Neng cantik yang menunggu
Awal bulan kita tunangan

Sore-sore makan sekoteng
Belanjanya di pasar baru
Abang sayang yang ganteng
Neng disini sudah menunggu

Kalau Cinta Ya Bilang Cinta
Kalau Sayang Ya Bilang Sayang
Jangan Ditunda Tunda
Nanti Di Ambil Orang

Ke cimanggis beli kopiah
Kopiah indah kan kau dapati
Demikian banyak gadis yang singgah
Cuma dinda yang memikat hati

Demikian pantun tentang cinta dari Saya jika ada Kata-kata yang salah mohon dimaafkan,sekian Terima Kasih dan sampai jumpa.

Salam BacaKarya

Tags:
#Kumpulan Pantun Cinta Paling Romantis Terbaru 2016 #Pantun Cinta Paling Romantis #Pantun Cinta Sejati Paling Romantis #Kumpulan Tentang Pantun Cinta Paling Romantis Lengkap #Pantun Cinta #Pantun Cinta Terbaru 2016 #Kumpulan Pantun Cinta Untuk Pacar #Pantun Gombal

Cerita Tentang Malin Kundang


Dahulu kala, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang.

Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya.

Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses.

Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan.

Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut.Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. 

Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. 

Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. 

Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. 

Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. 

"Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. 

"Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya.

Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. 

Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". 

Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

                             {Tamat}


Demikian Cerita dari Saya,Kalau ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan,sekian Terima Kasih dan sampai jumpa.

Salam BacaKarya

Tags:
#Malin Kundang si Anak Durhaka #Cerita Dongeng Malin Kundang #Cerita Legenda Malin Kundang #Malin Kundang #Cerita Rakyat Malin Kundang #Cerita Malin Kundang Anak Durhaka #Kisah Anak Durhaka #Kisah Tentang Malin Kundang #Kisah Malin Kundang si Anak Durhaka #Dongeng Malin Kundang #Dongeng Legenda Malin Kundang #Cerita Rakyat Malin Kundang
Tuesday, December 6, 2016

Cerita Tentang Timun Emas


Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa membantunya bekerja.

Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. 

Hei, mau kemana kamu?, tanya si Raksasa. Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah aku lewat, jawab mbok Sarni. 

Hahahaha…. kamu boleh lewat setelah kamu memberiku seorang anak manusia untuk aku santap, kata si Raksasa. Lalu mbok Sarni menjawab,Tetapi aku tidak mempunyai anak.

Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. 

Raksasa itu berkata, Wahai wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun.

Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya , dan setelah dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu kemudian diberi nama timun emas.

Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan cepat karena bantuan timun emas.

Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. 

Kemudian mbok Sarni berkata, Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk di santap. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan rumah mbok Sarni.

Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. 

Hati mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di Gunung.

Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu. Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud kedatangannya. 

Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. Lemparkan satu per satu bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu, perintah petapa. Kemudian timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.

Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. Wahai wanita tua, mana anak itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya, teriak si Raksasa.

Kemudian mbok Sarni menjawab, Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap. Raksasa tidak mau menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. Mana anak itu? Mana timun emas?, teriak si raksasa.

Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar dari tempat sembunyinya. Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau bisa!!!, teriak timun emas.

Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. 

Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar timun emas lagi. 

Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus mengejar.

Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si raksasa.

Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya raksasapun mati.

Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.
  

                             {Tamat}


Demikian Cerita dari Saya Kalau ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan,sekian Terima Kasih dan sampai ketemu lagi.

Salam BacaKarya

Tags:
#Cerita Rakyat #Cerita Timun Emas Bhs Indonesia #Cerita Rakyat Timun Emas #Timun Emas #Cerita Rakyat Jawa Tengah #Cerita Drama Timun Emas #Dongeng Legenda Timun Emas #Dongeng Timun Emas #Kisah Timun Emas #Dongeng Legenda Jawa Tengah #Cerita Timun Emas Lengkap #Perjalanan Timun Emas #Mbok sarni #Timun Emas #Tentang Timun Emas